Curug Pitu, Air Terjun Tujuh Tingkat
Curug
Pitu merupakan obyek wisata alam dengan daya tarik utama berupa air
terjun yang berjumlah tujuh buah curug secara bertingkat dari atas ke
bawah. Maka itulah, air terjun ini diberi nama “Curug Pitu”. Terletak di
Desa Kemiri Kecamatan Sigaluh Banjarnegara. Kurang lebih setengah jam
perjalanan dari Kota Banjarnegara ke arah timur (Wonosobo).
Curug
ini sangat indah. Selain bagus untuk rekreasi seluruh keluarga, juga
cocok sebagai arena camping. Di dekat curug Pitu juga ada curug lain
yang bernama Curug Kemiri. Gugusan tujuh tingkat air terjun dari atas ke
bawah ini sangat indah. Dari curug pertama (tingkat I), kita bisa
menyaksikan air terjun dengan debit air yang cukup besar. Di kanan kiri
adalah hutan yang masih asri yang didominasi tanaman keras. Banyak juga
pohon durian.
Jika
kita ingin melihat curug di atasnya, kita harus mendaki jalan setapak
di kanan jalan. Ada anak tangga yang cukup memudahkan mendaki. Setiap
sekitar 50 meter, curug kedua dan seterusnya sudah menanti. Di curug
teratas (tingkat tujuh), pemandangan lebih eksotis lagi karena keenam
curug di bawahnya terlihat indah bak kaki-kaki bidadari yang lembut
menjuntai.
Untuk
mencapai obyek wisata ini cukup mudah, namun lebih nyaman dengan
menggunakan kendaraan sendiri, terutama roda dua (sepeda motor) agar
sampai persis di gerbang curug. Dari Kota Banjarnegara kita berkendara
ke arah timur sekitar 10 kilometer sampailah di pertigaan Desa Sigaluh.
Ambil jalan kanan, mulailah menyusuri jalanan desa yang halus dengan
udara yang segar, dengan jarak tempuh sekitar 7 kilo meter. Tak jauh
dari Balai Desa Kemiri, kita bisa langsung menikmati keindahan dan
kesegaran Curug Pitu. (Muji Pras).
Pesona Curug Sikopel
Alamnya Indah, Airnya Membuat Awet Muda
Bagi
Anda pecinta wisata air, belumlah lengkap jika belum berkunjung ke
obyek wisata air terjun Sikopel atau lebih dikenal dengan Curug Sikopel
di Desa Babadan, Kecamatan Pagentan. Obyek wisata air terjun ini
menawarkan panorama alam yang sejuk dan indah. Tentu sangat cocok bila
menikmatinya bersama keluarga, teman atau kerabat untuk menghabiskan
libur akhir pekan, sembari sesekali mencoba kesegaran air yang berhulu
di Kawah Sileri ini.
Bahkan
tidak ada salahnya Anda merasakan dinginnya air Curug Sikopel ini
sembari berendam, membiarkan seluruh tubuh basah oleh air. Karena
menurut warga setempat, air di curug ini dipercaya dapat membuat awet
muda. Pada masa kepemerintahannya, Bupati kharismatis Banjarnegara R.
Aria Soemitro Kolopaking, konon pernah bersemedi di gua yang berada
persis berada di balik air terjun.
Saat
bersemedi itulah, Beliau mendapatkan kopel kuda, atau tali pengatur
kendali kuda. Maka itulah, air terjun itu diberi nama Sikopel. Demikian
dituturkan Kepala Desa Babadan, Turno tentang legenda Curug Sikopel.
Cerita itu berkembang di tengah masyarakat setempat secara turun
temurun.
Pemandangan
lain yang bisa dinikmati adalah keberadaan kera-kera liar di sekitar
curug, meski kadang kera-kera itu tidak muncul. Selain itu, dibalik
curug terdapat goa yang di dalamnya terdapat tikus putih yang jarang
ditemukan di manapun. Hewan pengerat unik itu bersarang di goa di balik
curug.
Pada
hari-hari libur banyak pengunjung yang datang dan terkadang membawa
pulang air curug yang dimasukkan ke dalam jerigen atau wadah khusus.
Kesegaran air Curug Sikopel menjadi sugesti tersendiri bagi yang
meminumnya. airnya
segar alami, badan cape jadi ilang!” kata Purwanto, pengunjung lokal
yang datang dengan teman-temannya. Selain wisatawan lokal Banjarnegara,
wisatawan dari sejumlah daerah dan kota besar juga kerap datang untuk
menyaksikan keindahan Curug Sikopel.
Tidak
begitu sulit untuk mencapai lokasi curug. Dari kota Kecamatan Pagentan,
perjalanan ditempuh sekitar setengah jam dengan jarak kurang lebih
tujuh kilometer. Selama perjalanan menuju Desa Babadan, Anda akan
menikmati pemandangan alam khas pedesaan. Memasuki pintu gerbang Curug
Sikopel, sudah terdengar suara gemuruh air terjun yang memiliki
ketinggian 70 meter dengan kedalaman sekitar sepuluh meter itu.
Ketika
menuju air terjun, jika beruntung Anda akan melihat sekawanan kera yang
berada di jalanan dan lahan pertanian milik warga tengah mencari pakan.
Anda bisa memberi makanan kepada kera-kera itu, namun hal itu tidak
mudah dilakukan. Karena begitu kera-kera melihat manusia, mereka akan
lari menjauh. (mujipras).
0 komentar:
Posting Komentar